Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. PMS dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius.
Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian. Wanita lebih beresiko untuk terkena PMS lebih besar daripada laki-laki sebab mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Dan seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah.
Oleh karena letak dan bentuk kelaminnya yang agak menonjol, gejala PMS pada laki-laki lebih mudah dikenali, dilihat, dan dirasakan. Sedangkan pada perempuan sebagian besar gejala yang timbul
hampir tak dapat dirasakan.
Gejala-gejala umum PMS pada laki-laki
adalah :
•
Bintik-bintik berisi cairan, borok, atau lecet
pada daerah sekitar kelamin.
•
Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah
pada sekitar daerah kelamin.
•
Adanya kutil yang tumbuh seperti jengger
ayam.
•
Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar kelamin.
•
Sakit luar biasa saat kencing.
•
Kencing nanah/darah dengan bau busuk.
•
Bengkak panas nyeri pada pangkal paha yang akhirnya menjadi borok.
•
Kehilangan berat badan secara drastis, diare berkepanjangan, dan
berkeringat saat malam.
Sedangkan pada perempuan meliputi :
•
Rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual.
•
Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
•
Keluarnya lendir pada vagina.
•
Keputihan berwarna putih susu, bergumpal, dan disertai rasa gatal
pada kelamin.
•
Keputihan berbusa dan berbau busuk.
•
Bercak-bercak darah setelah berhubungan seks.
Ada banyak jenis PMS yang telah ditemukan.
Selasa, 19 April 2011
perawatan payudara (REMAJA)
Berikut tips untuk perawatan payudara Anda :
1. Kenakan bra untuk menjaga bentuk payudara tetap indah. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.
2. Bersihkan secara rutin daerah seputar puting susu dengan kapas yang dibasahi air hangat.
3. Oleskan minyak zaitun pada payudara untuk menjaga kelembaban. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut.
Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memperkuat otot dada.
Langkah-langkah melakukan perawatan payudara secara mandiri adalah sebagai berikut:
1. Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala. Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.
2. Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung jari tengah yang dirapatkan.
3. Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan gerakan ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.
4. Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.
5. Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting mengeluarkan cairan yang tidak normal.
6. Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara.
7. Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.
1. Kenakan bra untuk menjaga bentuk payudara tetap indah. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.
2. Bersihkan secara rutin daerah seputar puting susu dengan kapas yang dibasahi air hangat.
3. Oleskan minyak zaitun pada payudara untuk menjaga kelembaban. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut.
Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memperkuat otot dada.
Langkah-langkah melakukan perawatan payudara secara mandiri adalah sebagai berikut:
1. Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala. Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.
2. Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung jari tengah yang dirapatkan.
3. Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan gerakan ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.
4. Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.
5. Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting mengeluarkan cairan yang tidak normal.
6. Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara.
7. Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.
Rabu, 02 Maret 2011
MENGHITUNG MASA SUBUR
Mengetahui masa subur sangat penting bagi wanita yang tengah merencanakan kehamilan. Namun, banyak wanita bingung mencari tahu masa suburnya. Apalagi bagi wanita yang memiliki peride menstruasi yang tidak teratur.
Seperti dikutip dari laman Good To Know, ada panduan yang cukup mudah diikuti untuk mengetahui masa subur seorang wanita. Penentuan masa subur dilakukan berdasarkan siklus menstruasi setiap bulan.
Mayoritas wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Namun, faktor lingkungan seringkali membuat siklus menstruasi bisa berubah dengan kisaran 22 sampai 36 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya.
Siklus mentruasi mempengaruhi masa subur. Semakin cepat siklus menstruasinya, semakin cepat pula ia mengalami ovulasi, yang mempengaruhi masa subur.
Simak tabel berikut:
Siklus menstruasi Ovulasi Masa subur
22 Hari ke-8 Hari ke-7 sampai 9
23 Hari ke-9 Hari ke-8 sampai 10
24 Hari ke-10 Hari ke-9 sampai 11
25 Hari ke-11 Hari ke-10 sampai 12
26 Hari ke-12 Hari ke-11 sampai 13
27 Hari ke-13 Hari ke-12 sampai 14
28 Hari ke-14 Hari ke-13 sampai 15
29 Hari ke-15 Hari ke-14 sampai 16
30 Hari ke-16 Hari ke-15 sampai 17
31 Hari ke-17 Hari ke-16 sampai 18
32 Hari ke-18 Hari ke-17 sampai 19
33 Hari ke-19 Hari ke-18 sampai 20
34 Hari ke-20 Hari ke-19 sampai 21
35 Hari ke-21 Hari ke-20 sampai 22
36 Hari ke-22 Hari ke-21 sampai 23
Sebagai gambaran, mari kita simulasikan penghitungan masa subur:
Awal menstruasi bulan lalu: 1 Januari
Awal menstruasi bulan ini: 3 Februari
Siklus menstruasi: 33 hari
Ovulasi: 22 Februari (19 hari sejak awal menstruasi bulan ini)
Masa subur: 21-23 Februari (sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi)
Masa subur berlangsung sekitar tiga hari. Tapi, bukan berarti di luar masa itu, wanita tidak mungkin hamil. Masa subur adalah waktu terbaik untuk terjadinya pembuahan. Jadi, di luar masa subur tidak menutup kemungkinan wanita hamil. Apalagi dalam kondisi prima, sperma pria sanggup bertahan selama tujuh hari di rahim wanita.
Menghitung masa subur. Hamil adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim seorang wanita sampai bayinya dilahirkan. Kehamilan terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa ovulasi atau masa subur dan sperma pria pasangannya akan membuahi sel telur matang wanita tersebut. Kehamilan adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi pasangan suami isteri yang mendambakan hadirnya seorang anak di keluarganya. Dengan hadirnya buah hati, keluarga akan penuh dihiasi oleh gelak canda tawa anak, suara riang anak, keluarga terasa semakin “hidup” dan yang terpenting keluarga terasa makin lengkap. Namun, ada kalanya pasangan suami isteri merasa kecewa karena kehamilan yang ditunggu-tunggu tidak jua kunjung datang. Sulitnya untuk hamil tersebut sampai-sampai menimbulkan stress yang mendalam pada pasangan suami isteri.
Banyak kendala yang membuat mereka sulit untuk mendapatkan kehamilan di mulai dari masalah Kesuburan, tingkat psikologi mereka, disfungsi hormon, dll. Namun ada kalanya kehamilan tidak mereka dapatkan karena mereka tidak tepat melakukan hubungan seksual. Mereka tidak mengetahui, kapan wanita memasuki masa subur sehingga kesempatan untuk terjadi ovulasi semakin besar.
Masa subur sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan hamil dan bagi yang ingin menunda kehamilan. Bagi yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa dijadikan patokan untuk melakukan hubungan seksual karena saat ini ovulasi sedang terjadi sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang mau menunda kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Banyak cara dan metode yang dapat digunakan untuk mengetahui kapan masa subur tersebut, yaitu:
Sistem kalender.
Menentukan masa subur dengan menggunakan sistem kalender ada dua cara yaitu :
Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.
Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 – 11 = 20, dan 26 -18 = 8, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 8 sampai hari ke 20.
Seperti dikutip dari laman Good To Know, ada panduan yang cukup mudah diikuti untuk mengetahui masa subur seorang wanita. Penentuan masa subur dilakukan berdasarkan siklus menstruasi setiap bulan.
Mayoritas wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Namun, faktor lingkungan seringkali membuat siklus menstruasi bisa berubah dengan kisaran 22 sampai 36 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya.
Siklus mentruasi mempengaruhi masa subur. Semakin cepat siklus menstruasinya, semakin cepat pula ia mengalami ovulasi, yang mempengaruhi masa subur.
Simak tabel berikut:
Siklus menstruasi Ovulasi Masa subur
22 Hari ke-8 Hari ke-7 sampai 9
23 Hari ke-9 Hari ke-8 sampai 10
24 Hari ke-10 Hari ke-9 sampai 11
25 Hari ke-11 Hari ke-10 sampai 12
26 Hari ke-12 Hari ke-11 sampai 13
27 Hari ke-13 Hari ke-12 sampai 14
28 Hari ke-14 Hari ke-13 sampai 15
29 Hari ke-15 Hari ke-14 sampai 16
30 Hari ke-16 Hari ke-15 sampai 17
31 Hari ke-17 Hari ke-16 sampai 18
32 Hari ke-18 Hari ke-17 sampai 19
33 Hari ke-19 Hari ke-18 sampai 20
34 Hari ke-20 Hari ke-19 sampai 21
35 Hari ke-21 Hari ke-20 sampai 22
36 Hari ke-22 Hari ke-21 sampai 23
Sebagai gambaran, mari kita simulasikan penghitungan masa subur:
Awal menstruasi bulan lalu: 1 Januari
Awal menstruasi bulan ini: 3 Februari
Siklus menstruasi: 33 hari
Ovulasi: 22 Februari (19 hari sejak awal menstruasi bulan ini)
Masa subur: 21-23 Februari (sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi)
Masa subur berlangsung sekitar tiga hari. Tapi, bukan berarti di luar masa itu, wanita tidak mungkin hamil. Masa subur adalah waktu terbaik untuk terjadinya pembuahan. Jadi, di luar masa subur tidak menutup kemungkinan wanita hamil. Apalagi dalam kondisi prima, sperma pria sanggup bertahan selama tujuh hari di rahim wanita.
Menghitung masa subur. Hamil adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim seorang wanita sampai bayinya dilahirkan. Kehamilan terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa ovulasi atau masa subur dan sperma pria pasangannya akan membuahi sel telur matang wanita tersebut. Kehamilan adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi pasangan suami isteri yang mendambakan hadirnya seorang anak di keluarganya. Dengan hadirnya buah hati, keluarga akan penuh dihiasi oleh gelak canda tawa anak, suara riang anak, keluarga terasa semakin “hidup” dan yang terpenting keluarga terasa makin lengkap. Namun, ada kalanya pasangan suami isteri merasa kecewa karena kehamilan yang ditunggu-tunggu tidak jua kunjung datang. Sulitnya untuk hamil tersebut sampai-sampai menimbulkan stress yang mendalam pada pasangan suami isteri.
Banyak kendala yang membuat mereka sulit untuk mendapatkan kehamilan di mulai dari masalah Kesuburan, tingkat psikologi mereka, disfungsi hormon, dll. Namun ada kalanya kehamilan tidak mereka dapatkan karena mereka tidak tepat melakukan hubungan seksual. Mereka tidak mengetahui, kapan wanita memasuki masa subur sehingga kesempatan untuk terjadi ovulasi semakin besar.
Masa subur sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan hamil dan bagi yang ingin menunda kehamilan. Bagi yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa dijadikan patokan untuk melakukan hubungan seksual karena saat ini ovulasi sedang terjadi sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang mau menunda kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Banyak cara dan metode yang dapat digunakan untuk mengetahui kapan masa subur tersebut, yaitu:
Sistem kalender.
Menentukan masa subur dengan menggunakan sistem kalender ada dua cara yaitu :
Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.
Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 – 11 = 20, dan 26 -18 = 8, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 8 sampai hari ke 20.
impian dan cinta
Harapan dan impian untuk mencintaimu tak pernah berubah
namun selalu berguguran dan tumbang sebelum musimnya
di akhir tahun, di awal duka
ibarat nyanyian pilu, menenggelamkanku
aku bagaikan semut kecil
yang terjatuh di danau yang dangkal
tak mampu menggapai apapun
tak kuasa merasakan semua
hanya terdengar nafas ku bergemuruh
dan menangis di ujung hati mu
aku sadar..
dicintai oleh mu hanyalah angan semu bagiku
mengharapakan cintamu hanyalah mimpi bagiku
yang tak pernah menjadi kenyataan
semua itu membuatku
bagaikan kapas dipucuk rindu
namun selalu berguguran dan tumbang sebelum musimnya
di akhir tahun, di awal duka
ibarat nyanyian pilu, menenggelamkanku
aku bagaikan semut kecil
yang terjatuh di danau yang dangkal
tak mampu menggapai apapun
tak kuasa merasakan semua
hanya terdengar nafas ku bergemuruh
dan menangis di ujung hati mu
aku sadar..
dicintai oleh mu hanyalah angan semu bagiku
mengharapakan cintamu hanyalah mimpi bagiku
yang tak pernah menjadi kenyataan
semua itu membuatku
bagaikan kapas dipucuk rindu
Jumat, 16 Juli 2010
PSEUDOAMENORRHOE
Siklus perdarahan haid / menstruasi lamanya lebih dari 2-6 hari. Pada siklus 28 hari, hari hari ke-5 sampai 14 hari adalah fase folikular atau proliferasi yang dimulai setelah perdarahan berakhir dan berlangsung sampai saat ovulasi. Fase ini berguna untuk menumbuhkan endometrium agar siap menerima ovum yang telah dibuahio. Pada fase ini ovarium terjadi pematangan folikel akibat pengaruh FSH. Folikel ini akanmenghasilkan estradiol dalam jumlah banyak. Pembentukan estradiol terus menigkat sampai kira-kira hari ke-13.
Puncak sekresi LH akan memacu terjadinya ovulasi pada hari ke-14. pengaruh progesteron terhadap endometrium paling terlihat pada hari ke-22, yaitu saat nidasi seharusnya terjadi.
Bila tidak terjadi nidasi, estradiol dan progesteron akan menghambat FSH dan LH sehingga korpus luteum tidak dapat berkembang lagi. Akibat pengaruh estradiol dan progesteron akan terjadi penyempitan pembuluh darah endometrium yang berlanjut dengan iskemia. Dengan demikian, endometrium akan terlepas dan timbul perdarahan.
Pseudoamenorrhoe (kryptomenorrhoe) adalah suatu keadaan haid tetapi darah haid tersebut tidak dapat keluar, karena tertutupnya traktus genetalis, servik, vagina,atau hymen.
Puncak sekresi LH akan memacu terjadinya ovulasi pada hari ke-14. pengaruh progesteron terhadap endometrium paling terlihat pada hari ke-22, yaitu saat nidasi seharusnya terjadi.
Bila tidak terjadi nidasi, estradiol dan progesteron akan menghambat FSH dan LH sehingga korpus luteum tidak dapat berkembang lagi. Akibat pengaruh estradiol dan progesteron akan terjadi penyempitan pembuluh darah endometrium yang berlanjut dengan iskemia. Dengan demikian, endometrium akan terlepas dan timbul perdarahan.
Pseudoamenorrhoe (kryptomenorrhoe) adalah suatu keadaan haid tetapi darah haid tersebut tidak dapat keluar, karena tertutupnya traktus genetalis, servik, vagina,atau hymen.
Hipermenore
Permasalahan yang berhubungan dengan haid seringkali membuat kita, para wanita, cemas. Apakah haid kita normal, perlu pengobatan, atau bahkan merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk mengobati kecemasan ini, kita perlu sedikit mengenal seluk-beluk gangguan yang berhubungan dengan haid, atau tepatnya pendarahan pervaginam lainnya yang mungkin sedang kita alami.
Gangguan haid terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Gangguan ritme.
Gangguan ini terbagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu: gangguan yang sering terjadi (polimenorea), jarang terjadi (oligomenorea), terjadinya tidak teratur dan tidak terjadi haid sama sekali (amenorea).
2. Gangguan pendarahan.
Gangguan ini terbagi menjadi beberapa macam juga, yaitu: sedikit pendarahan (hipomenorea), banyak pendarahan (hiperme¬norea), pendarahan yang terlalu lama (menoragia) dan pendarahan bercak (spotting). Timbulnya gangguan pendarahan menunjukkan adanya gangguan organik (anatomis) atau gangguan endokronologik (hormonal).
Klasifikasi Gangguan Haid
Gangguan Haid Ditinjau dari Banyaknya Darah yang Keluar:
1. Normal (2-5 pembalut per hari)
2. Hipermenorea/pendarahan banyak (>5 pembalut per hari)
3. Hipomenorea/pendarahan sedikit (< 2 pembalut per hari)
4. Spotting (bercak)
2.1 Definisi Hypomenorrhea
Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit, melakukan pergantian pembalut sebanyak 1-2 kali per hari, dan berlangsung selama 1-2 hari saja.
2.2 Penyebab Hypomenorrhea
• Konstitusi
Pada beberapa wanita mungkin mengalami pendarahan normal kurang selama periode menstruasi. aliran darah dapat Kurang genetik dan, jika pertanyaan yang dibuat, mungkin akan menemukan bahwa ibu wanita dan / atau kakak juga mengalami penurunan aliran darah selama periode mereka. Kehamilan biasanya dapat terjadi dengan aliran jenis ini menurun selama periode berjalan. Insiden infertilitas adalah sama seperti pada wanita dengan aliran darah normal. jarang menstruasi Konstitusi mungkin paling menjelaskan dengan mengasumsikan adanya pengaturan yang tidak biasa, atau ketidakpekaan relatif, aparat vaskular endometrium.
• Uterine
Hanya sedikit kerugian kadang-kadang berarti bahwa permukaan pendarahan lebih kecil dari biasanya, dan kadang-kadang terlihat ketika rongga endomaterial telah berkurang dalam ukuran selama myomectomy atau operasi plastik lainnya pada rahim. Namun, jarang menunjukkan hipoplasia uterus karena adanya kondisi dalam rahim yang responsif terhadap hormon betokens ovarium dengan aktifitas, dan ini memanifestasikan dirinya dengan jarang daripada menstruasi sedikit.
• Hormonal
Jarang mens atau menstruasi dapat terjadi secara normal pada ekstrem dari kehidupan reproduksi yang, setelah pubertas dan sesaat sebelum menopause. Hal ini karena ovulasi tidak teratur saat ini, dan lapisan endomaterial gagal untuk berkembang secara normal. Tapi masalah normal di saat lain juga dapat menyebabkan aliran darah hanya sedikit. Anovulasi karena tingkat hormon tiroid rendah, prolaktin tingkat tinggi, tingkat insulin tinggi, androgen tinggi dan masalah dengan hormon lain juga dapat menyebabkan menstruasi sedikit. mens jarang juga dapat terjadi penggunaan jangka panjang setelah kontrasepsi oral sebagai akibat dari endometrium atrofi progresif.
• Gugup dan Emosional
Psikogenik faktor-faktor seperti stres karena ujian, atau kegembiraan yang berlebihan tentang sebuah peristiwa yang akan datang dapat menyebabkan hypomenorrhea. faktor tersebut menekan aktivitas yang pusat di otak yang merangsang indung telur selama siklus ovarium (untuk mengeluarkan hormon seperti estrogen dan progesteron), dan dapat menyebabkan produksi hormon ini rendah.
• Penyebab Lain
Latihan dan diet yang berlebihan dapat menyebabkan kecelakaan periode sedikit. Salah satu penyebab adalah sindrom hypomenorrhea Asherman's (adhesi intra uterus), yang hypomenorrhea mungkin satu-satunya tanda yang jelas. Tingkat kekurangan menstruasi berkorelasi erat dengan tingkat adhesi (R. Toaff dan S. Ballus,1978).
Gangguan haid terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Gangguan ritme.
Gangguan ini terbagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu: gangguan yang sering terjadi (polimenorea), jarang terjadi (oligomenorea), terjadinya tidak teratur dan tidak terjadi haid sama sekali (amenorea).
2. Gangguan pendarahan.
Gangguan ini terbagi menjadi beberapa macam juga, yaitu: sedikit pendarahan (hipomenorea), banyak pendarahan (hiperme¬norea), pendarahan yang terlalu lama (menoragia) dan pendarahan bercak (spotting). Timbulnya gangguan pendarahan menunjukkan adanya gangguan organik (anatomis) atau gangguan endokronologik (hormonal).
Klasifikasi Gangguan Haid
Gangguan Haid Ditinjau dari Banyaknya Darah yang Keluar:
1. Normal (2-5 pembalut per hari)
2. Hipermenorea/pendarahan banyak (>5 pembalut per hari)
3. Hipomenorea/pendarahan sedikit (< 2 pembalut per hari)
4. Spotting (bercak)
2.1 Definisi Hypomenorrhea
Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit, melakukan pergantian pembalut sebanyak 1-2 kali per hari, dan berlangsung selama 1-2 hari saja.
2.2 Penyebab Hypomenorrhea
• Konstitusi
Pada beberapa wanita mungkin mengalami pendarahan normal kurang selama periode menstruasi. aliran darah dapat Kurang genetik dan, jika pertanyaan yang dibuat, mungkin akan menemukan bahwa ibu wanita dan / atau kakak juga mengalami penurunan aliran darah selama periode mereka. Kehamilan biasanya dapat terjadi dengan aliran jenis ini menurun selama periode berjalan. Insiden infertilitas adalah sama seperti pada wanita dengan aliran darah normal. jarang menstruasi Konstitusi mungkin paling menjelaskan dengan mengasumsikan adanya pengaturan yang tidak biasa, atau ketidakpekaan relatif, aparat vaskular endometrium.
• Uterine
Hanya sedikit kerugian kadang-kadang berarti bahwa permukaan pendarahan lebih kecil dari biasanya, dan kadang-kadang terlihat ketika rongga endomaterial telah berkurang dalam ukuran selama myomectomy atau operasi plastik lainnya pada rahim. Namun, jarang menunjukkan hipoplasia uterus karena adanya kondisi dalam rahim yang responsif terhadap hormon betokens ovarium dengan aktifitas, dan ini memanifestasikan dirinya dengan jarang daripada menstruasi sedikit.
• Hormonal
Jarang mens atau menstruasi dapat terjadi secara normal pada ekstrem dari kehidupan reproduksi yang, setelah pubertas dan sesaat sebelum menopause. Hal ini karena ovulasi tidak teratur saat ini, dan lapisan endomaterial gagal untuk berkembang secara normal. Tapi masalah normal di saat lain juga dapat menyebabkan aliran darah hanya sedikit. Anovulasi karena tingkat hormon tiroid rendah, prolaktin tingkat tinggi, tingkat insulin tinggi, androgen tinggi dan masalah dengan hormon lain juga dapat menyebabkan menstruasi sedikit. mens jarang juga dapat terjadi penggunaan jangka panjang setelah kontrasepsi oral sebagai akibat dari endometrium atrofi progresif.
• Gugup dan Emosional
Psikogenik faktor-faktor seperti stres karena ujian, atau kegembiraan yang berlebihan tentang sebuah peristiwa yang akan datang dapat menyebabkan hypomenorrhea. faktor tersebut menekan aktivitas yang pusat di otak yang merangsang indung telur selama siklus ovarium (untuk mengeluarkan hormon seperti estrogen dan progesteron), dan dapat menyebabkan produksi hormon ini rendah.
• Penyebab Lain
Latihan dan diet yang berlebihan dapat menyebabkan kecelakaan periode sedikit. Salah satu penyebab adalah sindrom hypomenorrhea Asherman's (adhesi intra uterus), yang hypomenorrhea mungkin satu-satunya tanda yang jelas. Tingkat kekurangan menstruasi berkorelasi erat dengan tingkat adhesi (R. Toaff dan S. Ballus,1978).
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
